Jogjapedia


Komunitas LUMBUNG AKSARA: Kegelisahan (Regenerasi) Sastrawan “Pinggiran”
2019-01-11 | Penulis : Marwan M Syam

Kegelisahan sebagai Benih             Kegelisahan, dimanapun berada, memang selalu tak mengenakkan. Tapi barangkali itulah fitrah yang mesti dialami oleh seorang yang bergerak di dunia kreatif, seperti halnya dunia kepenulisan. Menjalani hidup sebagai penulis (pengarang) adalah menempatkan diri pada pusaran kegelisahan –yang justru kian gurih dinikmati tatkala jawab itu tiada kunjung datang.             “Tapi akan lebih gurih dan bergizi jika hal itu dinikmati bareng-bareng”, usul seorang teman. Berangkat dari usul teman itulah maka pada bulan Mei 2006 beberapa anak muda di Kulon...Selengkapnya

PLEIDOI PEMBAYUN
2019-01-11 | Penulis : Sigit Sugito

I   Aku Pembayun Ayahku Gunung Merapi Ibuku Laut Jawa   Aku lahir dalam Istana Sebagai seorang Putri Sejak kecil aku dilatih Menari   Maka gerak mendhak yang diajarkan Agar aku bisa mandhah dalam tindakan   Biar paham gejolak kepundan Merapi Biar tangkas menangkap gerak ombak lautan   Sebagai seorang Penari aku teruji Memainkan gerak bidadari Memindah Matahari masuk ke dalam Cepuri   Sebagai seorang Wanita Aku  tangkas memainkan senjata Apalagi terlibat urusan Negara   Tapi bagaimana aku haru...Selengkapnya

PIDATO KEBUDAYAAN : MELACAK JEJAK SUMBER KREATIVITAS SENI, MEMBANGUN NILAI-NILAI KEBANGSAAN INDONESIA
2019-01-11 | Penulis : Yudiaryani

Hadirin tamu undangan yang saya hormati, Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, Salam sejahtera untuk kita semua, Om Swastiastu.   Magi dan Upacara Perjalanan panjang melacak jejak bentuk teater primitif menghadirkan sebuah lanskap kultur perkembangan teater dari sebelum zaman kejayaan teater Yunani kuno hingga teater masa kini. Terbentang 2.500 tahun sejarah teater dan drama yang tidak dapat dilacak jejaknya. Namun, pengetahuan kita yang sedikit tentang teater dan drama secara perlahan memperoleh bentuknya pada teater Yunani dan Romawi. Bahkan kita dapat melacak sumber sejarahnya di Mes...Selengkapnya

GEROBAK
2019-01-10 | Penulis : Adji

Derak gerobak sapi kadang  terlihat dalam lintasan, pelan mengejar deru modernisasi zaman yang sudah tidak lagi ramah pada lingkungan. Tidak ada yang tahu pasti, sejak kapan hewan menjadi bagian dari dinamika kehidupan di tanah Jawa. Dalam buku “ The History of Java “, Raffles mencatat: Kerbau dan Sapi biasa digunakan untuk membajak sawah. Dalam catatannya Raffles menyebut, sapi di Jawa berasal dari keterunan sapi India. Ada dua jenis sapi yang biasa dijumpai di Jawa. Yang disebut sapi Jawa, merupakan keturunan campuran. Sedangkan sapi bengali bercirikan punuk di bahu. Sapi yang telah dikebiri digunakan sebagai pengangkut. Sapi biasa dipakai sebagai ternak dan menjadi hewan yang sangat berharga bagi petani miskin...Selengkapnya

Mengenal Ragam Hias Batik
2019-01-10 | Penulis : RA Yudi Aningtyas

Seni batik pada dasarnya termasuk seni lukis. Seni batik, dapat dilihat dari berbagai aspek seperti antara lain : Proses pembatikan atau pembuatan, mutu pembatikan, ragam hias dan tata warna. Letak geografis Indonesia menjadi salah satu faktor utama banyaknya kunjungan dari berbagai wilayah. Kunjungan ke Indonesia pada dasarnya merupakan perdagangan. Proses yang terjadi menimbulkan dan mempengaruhi kesenian dan kebudayaan setempat, terutama daerah pesisir. Kebudayaan dan kesenian dari luar diserap, disaring dan dipadukan dengan kebudayaan yang telah ada, sehingga kemudian lahirlah karya-karya baru dengan keindahan, keunikan dan kepribadian tersendiri. Hal ini terlihat pula pada kesenian lainnya, seperti seni ukir kayu atau tembag...Selengkapnya

PAWIYATAN JAWA: Telaga Kehidupan Budaya, Bahasa Dan Aksara Jawa
2019-01-04 | Penulis : Abdul Afif Rosyidi

Budaya dan bahasa merupakan saudara kandung yang tidak bisa dipisahkan. Suatu suku bangsa bisa dipastikan memiliki budaya yang terwujud dari cipta, rasa dan karsa serta bahasa sebagai sarana komunikasi dan sekaligus sebagai sarana pelestarian budaya suatu suku bangsa, tidak terkecuali budaya dan bahasa Jawa. Berbicara budaya dan bahasa Jawa tentunya tidak akan bisa lepas dari penggunaan aksara Jawa, karena ketiganya akan saling terkait. Eksistensi budaya dan bahasa Jawa akan terjaga dengan eksisnya aksara Jawa. Banyak karya para pujangga Jawa yang didalamnya memuat tata nilai lan ajaran moral, kearifan lokal, ilmu pengetahuan, budaya dan adat istiadat dan lain sebagainya yang kesemuanya ditulis dengan bahasa dan aksara Jawa. Akan...Selengkapnya