Jogjapedia


SULTAN HAMENGKU BUWONO IX
2019-01-11 | Penulis : Haryadi Baskoro

INFORMASI UMUM Dikutip dari buku “Tahta untuk Rakyat” (1982)   Nama, kelahiran, kematian Nama: Gusti Raden Mas Dorojatun Nama setelah naik tahta: Hamengku Buwono IX Gelar: Sampeyan Dalem Kanjeng Sultan Hamengku Buwono Senapati ing Ngalaga Ngabdul Rahman Sayidin Panata Gama Kalifatullah Lahir: Yogyakarta, 12 April 1912 (Sabtu Pahing, Rabingulakir tahun Jumakir 1842) Mangkat: Washington DC, Amerika Serikat, 2 Oktober 1988 Pendidikan Eerste Europe Lagere School B, Yogyakarta Neutrale Europose Lagere School, Yogyakarta HBS Semarang HBS ...Selengkapnya

PERTANAHAN DALAM KEISTIMEWAAN DIY
2019-01-10 | Penulis : Haryadi Baskoro

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Kreistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta menjelaskan dan menegaskan bahwa salah satu urusan Keistimewaan DIY adalah urusan pertanahan. Tata kelola pertanahan di dalam Keistimewaan DIY dijelaskan secara ringkas dalam bentuk “tanya jawab praktis” di dalam buku berjudul Risalah “Tanah Kasultanan Ngayogyokarto Hadiningrat”, sebagai berikut:   Apa yang dimaksud dengan Tanah Kasultanan? Tanah Kasultanan adalah Tanah Hak Milik Kasultanan yang meliputi Tanah Keprabon dan Tanah Bukan Keprabon (Dede Keprabon) yang terdapat di kabupaten/kota dalam wilayah DIY, terdiri dari Tanah Desa yang asal-usulnya dari Kasultan...Selengkapnya

PIAGAM KEDUDUKAN
2019-01-10 | Penulis : Haryadi Baskoro

Presiden Soekarno sangat menghargai dan sangat menghormati keputusan politis Sri Sultan HB IX dan Sri PA VIII untuk menggabungkan Nagari Yogya ke dalam Negara RI. Dalam waktu yang sangat cepat, Presiden Soekarno memberikan apa yang dinyatakan sebagai ”Piagam Kedudukan”, baik kepada Sri Sultan HB IX maupun kepada Sri PA VIII. Piagam itu yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno itu ditulis di Jakarta pada tanggal 19 Agustus 1945. Hanya karena situasi dan kondisi yang sulit, Piagam itu baru sampai Yogya beberapa waktu kemudian.             Piagam Kedudukan yang diberikan Presiden Soekarno untuk Sri Sultan HB IX berbunyi demikian: ”Kami Presiden Republik Indon...Selengkapnya

AMANAT 5 SEPTEMBER 1945
2019-01-10 | Penulis : Haryadi Baskoro

Dalam rangka menjalankan pemerintahan di Yogyakarta sehubungan dengan bergabungnya Yogyakarta (Kasultanan dan Kadipaten Pakualaman) pada Negara RI, Sri Sultan HB IX dan PA VIII secara sendiri-sendiri mengeluarkan Amanat pada tanggal 5 September 1945 (28 Puasa Ehe 1876). Menurut Sujamto (1988), amanat itu merupakan embrio DIY sebab kedua raja itu menyatakan masing-masing daerahnya sebagai Daerah Istimewa dari Negara Republik Indonesia.             Amanat Sri Sultan Hamengku Buwono IX itu berbunyi sebagai berikut: “Pertama, bahwa Negeri Ngayogyokarto Hadiningrat yang bersifat Kerajaan adalah Daerah Istimewa dari Negara Republik Indonesia. Kedua, bahwa kami sebagai Kepala ...Selengkapnya

PAKU ALAM VIII
2019-01-10 | Penulis : Haryadi Baskoro

Paku Alam VIII yang lengkapnya adalah KGPAA (Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya) Paku Alam VIII adalah “raja” (Adipati) Kadipaten Pakualaman Yogyakarta (1937-1998) sekaligus Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (1945-1998). Lahir pada tanggal 10 April 1910 (Ahad , 29 Mulud 1840) dan mangkat pada tanggal 11 September 1998 pada umur 88 tahun.   Kadipaten Pakualaman             Paku Alam VIII melanjutkan kekuasaan adipati sebelumnya yang adalah ayahandanya sendiri, yaitu Paku Alam VII. Sebelum naik tahta, ia bernama Gusti Raden Mas Hario Sularso Kunto Suratno. Setelah dewasa, menjelang naik tahta, namanya bergani menjadi ...Selengkapnya