Jogjapedia


Masa Depan Becak di Yogyakarta

Jogja Kawruh | 2019-01-10 | Penulis : Rudi Winarso

“Bukan yang terkuat yang mampu bertahan hidup, bukan juga yang paling pintar. Yang paling bisa bertahan hidup adalah yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan.” - Charles Darwin, "Survival of The Fittest"

 

            Razia terhadap becak motor pasca Lebaran marak terjadi di Yogyakarta, hal tersebut tentu meresahkan ribuan pengemudi betor yang menggantungkan penghidupan di sektor jasa pariwisata ini. Pihak penegak hukum melakukan tugasnya dengan berpedoman pada Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

            Pada satu sisi, pengemudi betor bersikukuh karena alasan mata pencaharian di industri pariwisata - hal itu yang menjadi tema pokok tulisan ini; keberlangsungan angkutan becak, inovasi teknologi informasi dan industri pariwisata.

Evolusi Becak

            Di Yogyakarta, becak sebagai moda transportasi tradisional pada awalnya digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang hasil produksi pertanian, kerajinan/batik untuk dibawa ke pusat perdagangan di kawasan perkotaan. Di perkotaan, becak digunakan untuk sarana transportasi aktivitas warga, ke sekolah, belanja ke pasar, ke tempat kerja dan keperluan lainnya. Sejak tahun 1990-an, bersamaan dengan booming pariwisata - becakpun menjadi sarana wajib wisatawan. Populasi becak di Kota Yogyakarta adalah Becak Kayuh: 5.085 unit (Data Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta), Becak Motor: 2.700 unit (terdiri dari 27 paguyuban yang tergabung dalam paguyuban PBMY - Paguyuban Becak Motor Yogyakarta) dan Becak Kayuh Elektrik: 45 unit (kompilasi dari Prestige 1 unit, UGM & PLN 10 unit, SMK Piri 1          2 unit, SMK Piri 1 & Kemenristek 10 unit, SMK Piri 1 & Bappeda Kota 1 unit, SMKN 2 & Bappeda Kota Yogyakarta 1 unit, UAD & Bappeda Kota 1 unit, Belia & Lemhannas 1 unit, Belia & DISHUB DIY 4 unit, Hanafi Rais 10 unit, PBMY          1 unit dan Swadaya 3 unit).

            Masyarakat Yogyakarta patut berbangga dan bersyukur karena telah mempunyai Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2016, yang mengatur tentang Moda Transportasi Tradisional Becak dan Andong. Landasan hukum tersebut merupakan jaminan hak hidup bagi becak agar bisa terus menyusuri jalanan Yogyakarta. Semangat dari peraturan tersebut adalah pengorganisiran dan inovasi pelayanan berdasarkan keselamatan dan kelancaran pengguna jalan, kelestarian angkutan tradisional dan terutama kesejahteraan pengemudi becak.

            Sebagai angkutan tradisional yang digerakkan dengan tenaga manusia, becak bisa mengangkut dua penumpang dan barang, atau salah satunya. Dengan kontur jalan di Yogyakarta yang elevasinya naik turun di beberapa tempat dan melihat faktor pengemudi becak yang sebagian besar sudah berumur atau keterbatasan fisik - tenaga untuk mengayuh sudah tidak mampu mengatasi, pengemudi harus turun dan becakpun didorong. Bantuan penggerak tenaga mesin ramah lingkungan bisa menjadi solusi untuk situasi tersebut; apabila tenaga kaki sudah kerepotan, maka tenaga aki akan membantu laju becak.

            Dinamo listrik jenis Brushless Direct Current (BLDC) dengan kapasitas minimal 350 watt (disarankan 500w, 1.000w bahkan 1.500w) tidak mengeluarkan asap dan suara, posisi mesin ada di tromol roda belakang, sehingga pengemudi becak masih bisa mengayuh apabila mesin tidak dihidupkan. Apabila becak sama sekali tidak dikayuh; kemampuan jarak tempuh bisa sejauh 40 kilometer untuk sekali charge - akan lebih jauh lagi jika sambil dikayuh. Cara pengoperasiannya sederhana, cukup menarik handle gas - becak bisa maju dan mundur. Selama ujicoba "Belia" dalam delapan bulan ini - dengan berbekal kabel panjang, pengisian daya dilakukan di warung, rumah warga, pos satpam dan masjid. Ke depan, bisa disiapkan instalasi pengisian daya listrik di setiap pangkalan becak atau di depan hotel sebagai bagian dari fasilitas umum.

Becak Pariwisata

            Jutaan wisatawan setiap tahun berkumpul di sepanjang garis imajiner mulai dari Tugu Pal Putih sampai Alun-Alun Kidul (5.229.298 wisatawan, nusantara dan mancanegara - data Dinas Pariwisata DIY tahun 2017). Industri pariwisata tumbuh pesat di pusat Kota Yogyakarta - yang menghidupi jutaan warga Yogyakarta dan sekitarnya.

            Becak Yogyakarta yang sudah berevolusi menjadi becak wisata, perlu dilakukan inovasi dengan memadukan becak tradisional yang dimodifikasi (desain, fungsi dan standard keselamatan) dengan sistem informasi/aplikasi yang berisi informasi destinasi wisata yang direkomendasikan mengakomodasi kebutuhan wisatawan di sepanjang route becak wisata, semacam "ensiklopedia berjalan Yogyakarta".

            Inovasi teknologi informasi akan memberi nilai tambah angkutan tradisional di Yogyakarta, becak ini dilengkapi dengan perangkat audio visual. Pada bagian dalam atap becak dipasang speaker dengan kapasitas dolby stereo yang tersambung secara bluetooth. Becak juga dilengkapi smartphone yang sudah terinstall aplikasi Android  "Jogja Istimewa" dengan pilihan dua bahasa (English dan Bahasa Indonesia). Tampilan visual berdasarkan titik lokasi (GPS) di mana becak berada, di dalam menu akan muncul ikon yang menampilkan pilihan yang berisi informasi sesuai kebutuhan wisatawan.

            Akhirnya pengemudi becak akan bermetamofosis menjadi local tour guide - yang niscaya akan meningkatkan kesejahteraan mereka. Mari bersama-sama kita uji teori Darwin...

 

*) Rudi Winarso, SSn, MSn, Alumnus Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jurusan Desain Komunikasi Visual.

  • Referensi:

    LIPUTAN MEDIA

    http://www.krjogja.com/web/news/read/63513/Belia_Becak_Ramah_Lingkungan_Bertenaga_Listrik

    https://otomotif.tempo.co/read/1153256/prototype-becak-listrik-yogya-siap-gantikan-dominasi-becak-motor

    https://m.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/11/24/pintb8423-becak-listrik-belia-dan-bregada-sebagai-alternatif-bentor

    https://jogja.antaranews.com/berita/363457/becak-listri-belia-diuji-coba-di-yogyakarta

    http://m.harianjogja.com/jogjapolitan/read/2018/11/23/510/954686/belia-mulai-dijajal-di-jogja

    https://gudeg.net/read/11966/belia-dan-bregada-alternatif-pengganti-bentor.html

    https://amp.antarafoto.com/peristiwa/v1542974401/uji-coba-becak-listrik

    https://otomotif.tempo.co/read/1149061/belia-becak-listrik-asal-yogya-biaya-perakitan-rp-25-juta/full?view=ok

    http://krjogja.com/web/news/read/83983/Bregada_dan_Belia_Pengganti_Becak_Motor_di_Yogya

    http://jogja.tribunnews.com/amp/2018/11/23/purwarupa-becak-listrik-android-belia-pengganti-bentor

    https://www.instagram.com/p/BqhFVrsFPEt/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=m5auv39l30xa

    https://www.liputan6.com/regional/read/3735274/belia-becak-listrik-android-karya-putra-yogyakarta

    https://beritagar.id/index.php/artikel/piknik/belia-becak-istimewa-di-yogyakarta

    https://vaaju.com/indonesiaeng/electric-pedicab-is-young-and-bregada-as-a-bentor-option/

    https://radarjogja.jawapos.com/2018/11/24/belia-dan-bregada-segera-gantikan-betor/

    https://www.starjogja.com/2018/11/24/becak-bertenologi-mesin-listrik-diujicoba-di-jogja/

    https://m.republika.co.id/amp/pintb8423

     

     

    DAFTAR PUSTAKA

    Peraturan Perundang-Undangan

    __________. (1945), Undang-Undang Dasar 1945.

    __________. (2009), Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    __________. (2012), Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan

    __________. (2014), Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentangAngkutan Jalan.

    __________. (2015), Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pola Pengembangan Transportasi Wilayah.

    __________. (2016), Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 2016 Tentang Moda Transportasi Tradisional Becak dan Andong.

    __________. (2012), Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2012-2025.

    __________. (2010), Peraturan Walikota Nomor 25 Tahun 2010 tentang Kendaraan Tidak Bermotor di Kota Yogyakarta.

    __________. (2016), Peraturan Walikota Nomor 80 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi, Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta.

     

    BUKU

    Adisasmita, Rahardjo. (2014), Manajemen Pembangunan Transportasi, Yogyakarta: Graha Ilmu.

    Adisasmita, Rahardjo. (2010), Dasar-Dasar Ekonomi Transportasi, Yogyakarta: Graha Ilmu.

    Amir Piliang, Yasraf. (2003), Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies atas Matinya Makna, Yogyakarta: Jalasutra.

    Bono, Edward de. (1991), Lateral Thinking/terjemahan Sutoyo, Jakarta: Airlangga.

    Boyce, D.E. and Berka, S., (1986), Urban and Regional Transportation Methods, Chicago: University of Illinois.

    Burhan, M. Agus. (2006), Jaringan Makna Tradisi Hingga Kontemporer, Kenangan  Purna Bakti untuk Prof. Soedarso Sp., M.A., Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta.

    Burke Feldman, Edmund. (1967), Art as Image and Idea, New Jersey: Prentice-Hall Inc.

    Catanese, A.J.,. dan Snyder, J.D., (1992), Perencanaan Kota (Urban Planning),New York: McGraw-Hill, Erlangga (Edisi Bahasa Indonesia) Jakarta.

    Darwin, Charles. (1869), On the Origin of Species by Means of Natural Selection, or the Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life (5th ed.), London: John Murray.

    Directorate General of Highway, (1993), Indonesian Highway Capacity Manual (IHCM), Part I (Urban Road), Jakarta.

    Frazilla R.B. dkk., (1998), Tinjauan Perilaku Pemilihan Moda pada Jaringan Jalan Perkotaan, Simposium I Forum Studi Transportasi Perguruan Tinggi, Bandung: ITB.

    Hobbs, F.D., (1995), Perencanaan dan Teknik Lalulintas (Traffic Planninq and Engineering), Pergamon Press, Oxford, Gadjah Mada University Press (Edisi Bahasa Indonesia), Yogyakarta.

    Kanafani, A., (1983), Transportation Demand Analysis, McGraw-Hill, Inc., Berkeley: University of California.

    Kartodirdjo, S., (1981), "The Pedicab in Yogyakarta : a study of low-cost transportation and poverty problems / Low Cost Transportation Project Team of the Institute of Rural and Regional Studies", Yogyakarta: Gadjah Mada University.

    Manheim, M.L., (1978), Fundamental of Transportation Systems Analysis, Volume I : Basic Consepts, MIT Press, Cambridge, Massachusetts and London, England.

    Morlok, E.K., (1995), Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi (Introduction to Transportation Engineering and Planning), McGraw-Hill, Inc., Jakarta: Penerbit Erlangga (edisi Bahasa Indonesia).

    Nansur, Ainur Rofiq, Endro Wahjono dan Handoko. (2011). Rancang Bangun Becak Listrik Tenaga Hybrid dengan Menggunakan Control PI-fuzzy. Surabaya: Politeknik  Elektronika Negeri Surabaya.

    Papacostas, C.S. and Prevedouros P.D., (1987), Transportation Engineering and Planning, New Jersey: Prentice Hall, Inc., Englewood Clift.

    Pheasant, S. (2003). Anthropometry, Ergonomic and the Design of Work. Taylor and Francis Group.

    Purnomo, Agus. (2016). “Perancangan Alat Press Emping Melinjo Dengan Pendekatan Ergonomi”. Yogyakarta: Universitas Ahmad Dahlan.

    Read, Herbert. (1959), The Meaning of Art atau Seni Rupa: Arti dan Problematikanya, terjemahan Soedarso Sp, (2000), , Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

    Rohim, Abdul. (2015). “Teknologi Informasi Multimedia Perangkat Lunak Software untuk Pembelajaran Teknik Mesin”, Jakarta: csagboyz.

    Sartanto, H. (2013). “Dasar-dasar penggunaan aplikasi pada Solidwork”, Jakarta: fathul-ilmi.

    Sevilla, Consuelo G. et. al., (2007), "Research Methods", Quezon City: Rex Printing Company.

    Soedarso Sp. (2006), Trilogi Seni, Penciptaan, Eksistensi, dan Kegunaan Seni, Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta.

    Suhardi,Bambang. (2008). Perancangan Sistem Kerja Dan Ergonomi Industri Jilid 1. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

    Tester, Keith. (2003), Media, Budaya dan Moralitas, Yogyakarta: Juxtapose.

    Torik Husein, dkk. (2009). Perancangan Sistem Kerja Ergonomis Untuk Mengurangi Tingkat kelelahan. Jakarta: Universitas Mercu Buana.

    Wadhana, Veven  SP. (1997), Kapitalisme Televisi dan Strategi Budaya Masa, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

    Wheeler and l'Anson, (1998), "Chasing Rickshaws", www. Amazon.com diunggah pada 4 Maret 2015.

    Wignjosoebroto, S. (1995). Teknik Analisis untuk peningkatan Produksi. Surabaya: Guna Widya